Selasa, 02 April 2013

aku bukan cemburu

bukan termasuk sifatku
jika aku kini pencemburu
bukan termasuk sikapku
jika aku lebih acuh padamu

aku hanya saja rindu
pada hujan dan tanah lapang
pohon-pohon rambutan
dan juga isak tangis kecilku

aku bukan cemburu
atau iri pada waktu
sungguh aku hanya rindu
pada waktu yang telah lama terlewat
dan tak akan kembali terulang


bukan karena kau menyakitiku
atau menjauh dariku
hanya saja waktu selalu berkata
jika kata "dewasa" itu lebih menyakitkan
penuh batasan dan peraturan


aku bukan tidak bahagia
dan bukan cemburu
aku hanya ingin sebentar saja
menelisik waktu
kearah masa kanak dulu
berbagi rasa dan suka padamu
dan tidak disibukkan oleh waktu
hanya bermain beriringan
dalam rerumputan


maafkan aku...
aku bukannya menyesal menjadi dewasa
aku hanya lebih bahagia menjadi dulu
menjadi adik kecilmu
bukan adik cantikmu

Minggu, 09 Desember 2012

Hanya Engkau yang Tahu

dalam panggung sandiwara ini
tak akan pernah berhenti
kisah dan sandi-sandi dalam panggung
meski ditepis akan saja terukir

skenario yang engkau Tulis
tak semuanya memahami
bahwa itu Indah dan Terindah
tak mampu bersyukur
begitulah hambamu

dikala hati meminta dalam tanya
Kau jawab dengan rahasia yang menggelora
meski kadang tak sadar
kami menghujat dalam marah

maaf...
sungguh kami memang tak tahu
dan hanya Engkaulah yang maha Tahu
kami hanya mampu menghujat
tanpa sebab dan akibat

maaf...
kami memang hamba yang hina
yang tak pandai bersyukur
dan selalu meminta lebih atas segala nikmatmu

maaf...

Kamis, 18 Oktober 2012

Diam

bukan lagi menjelma
dalam ribuan kata
atau tatap muka
dalam barisan


hanya saja diam
duduk manis
merajut bunga
warna-warni


katanya diam itu emas
tapi sabar itu lebih dari emas
mungkin intan atau berlian
karena diam itu
sejuta makna
dan arti


geram memang dalam diam
namun dalam diam
banyak keihklasan
kesabaran
yang tertuang


begini saja lebih baik
diam, bersabar dan ikhlas
jika sudah tertulis takdir
tak mungkin ku hapus takdir itu
melapangkan hati
menerima takdir
begitu lebih baik

Rabu, 03 Oktober 2012

(^_^)

kusiapkan secangkir capuccino
kuambil handuk putih dari lemari
kusiapkan air hangat untukmu


saat kau mandi
sudah kusiapkan sarapan untukmu
bukan roti atau keju


harum parfummu masih tercium
meski  tak kulihat lagi senyum manismu
kau pergi untuk tunaikan kewajibanmu


menunggumu...
kurajut benang-benang
sambil kusiapkan kue kesukaanmu
cepat pulang sebelum maghrib datang
ku ingin medengar lantunan surat Al-a'la
dari bibirmu yang syahdu
saat kau mengimami sholatku

Senin, 01 Oktober 2012

bunga karangan

bunga karangan itu...
berwarna-warni...
menghiasi sekeliling halaman...
terkadang kupu-kupu datang...
singgah silih berganti...

bunga karangan itu...
harum semerbak...
menghapus kesedihan...
menjadikan kebahagiaan...

bunga karangan itu...
kian melayu...
saat matahari mulai meninggi...

bunga karangan itu...
perlahan kering dan mati...
namun...
harumnya tak cepat hilang...
selalu membekas...

meski bunga karangan itu...
kini tak ada...
tetapi harumnya tetap mempesona...
mewangi mengitari nadi...

bunga karangan itu...
kamu...
sahabatku...

#febri yogi ismanti#

Jumat, 28 September 2012

terdiam

hari ini tak seperti biasanya
air irigasi itu sangat teduh mengalir
bulan bersinar terang
tak tampak awan hitam

angin malam berhembus
sesekali ia menyapa awan
mengajak berpadu dalam malam

aku tak bisa mengadu pada alam
terdiam tanpa bahasa
tak bisa ku ungkap rasa
tak tahu bagaimana harus berbagi

hari ini...
aku bahkan tak mengerti
siapa dan kemana diriku ini...

Selasa, 18 September 2012

Tangispun Bahagia

Saat melangkah dengan senyum itu benar
Saat melangkah dengan tangis itupun juga benar
Saat semua terasa baik dihatimu
Itupun juga benar


Saat kau merasa teduh dan tenang
Itulah harapan dan mimpimu
Saat kau bisa melepas senyum riang
Itulah angan jiwamu
Saat kau menangis karena senyuman
Itulah dirimu


Pencarianmu...
Terkadang berakhir dengan senyum
Namun terkadang juga berakhir dengan tangis...
Tangis bahagis...

Senin, 17 September 2012

Bintang itu... Tetap Bersinar...

Dalam hati yang redup dan gelap
Tersembunyi gema malam
yang mengajak sinar bebintang
Meski kecil sinarnya
dan terkadang redup
Tertutup awan hitam
Ia tetap bersinar
Setiap musim
Menerangi malam


Malam yag dingin dan sepi
Terkadang gerimis menghinggapi
Bintang itu tetap bersinar
dalam dirinya untuk malam
Sinarnya untuk terangi alam


Dalam secerca sinar itu
ia tetap berusaha bersinar
Memberontakkan sinarnya dari diri
Tanpa diliputi takut awan malam

Iapun tak takut sinarnya tertandingi
pada bulan yang bersinar terang
Bintang itu tetap bersinar
Untuk dirinya, malam dan alam

Saat Lentera Padam

Setitik nila tak akan buatmu hancur
Mendung nan kelamnya awan,,,
Tak akan buatmu basah
Redupnya lilin dalam malam,,,
Masih akan diterangi oleh bulan


Tak ada asa yang mati
Saat lentera padam
Masih banyak sinar di hati
Jika kau mau menyalakannya sahabat


Meski rembulan tak kunjung datang
Masih ada sinar bebintang
Meski bintang tak jua bersinar
Masih ada lentera dihatimu
yang akan terus menyala
menyinari ruang hatimu
tuk menerangi mimpi-mimpmu

Fighting !!!


Jumat, 14 September 2012

bukit-bukit permadani

berjajar rapi mengitari sungai jernih nan suci
sesekali derasnya aliran sungai meraung
memecah kesunyian alam
pohon cemara tersusun rapi diantar ilalang
bukit itu nampak jelas menggelora dan mempesona

saat malam tiba...
bunga sedap malam selalu menyengat
dari hidung hinggaa bulu kuduk
bahkan hatipun akan tergetar
oleh harumnya yang maha dahsyat

perlahan-lahan bukit itu semakin sunyi
gelap bagai dirundung duka
bukan karena tak berharga
hanya saja tak ada tangan-tangan yang mau menyapa

bukit-bukit permadani itu...
malang bagai ilalang yang membisu
berharap esok kan tiba
tangan dan hati yang suci
yang mampu menyentuhnya
meski tertatih dan penuh harap
bukit itu tetap menggelora



bunga-bunga teratai

bunga itu indah dan berpilin
berjajar dan berwarna-warni
diatas payau yang kumuh
namun elok dipandang

harumnya mempesona
meski sekejap tak diketahui
betapa rapuhnya bunga itu
bertahan di hamparan air yang kotor dan kumuh

bersabar hingga mekar
berjuang demi mahkota
tak peduli jika nanti arus kan tiba
menggelora dan menerjangnya

bunga-bunga teratai itu
semakin mempesona
dikala mekar diatas air
bercermin akan kecantikannya
menggoda seisi payau yang kumuh
yang dulu mengejek dan mencacinya
kini... teratai itu tersenyum lega...
dan bersyukur pada Sang Pencipta...
dalam mekarnya teratai-teratai suci...

menanti hujan reda

sisa gerimis masih lekat didahan debu di dedaunan sudah sirna dirampas tetesan air hujan langit kelabu pun bernyiur menjadi biru b...