disaat burung-burung enggan berkicau
dan angin mulai lelah berhembus
maka awanpun enggan mengayomi bumi
membiarkannya terpanggang mentari
jiwa-jiwa yang mati
disusul hati yang padam
telah mentakdirkan durhaka
kepada alam dan Sang Pencipta
rasa pongah manusia tak kunjung padam
justru kian terbumbung tinggi
dibuai desiran ombak
dan pantai berpasir putih
raja durhaka kian pongah
hatinya kian menjulang ke angkasa
saat tahta dan harta serta wanita
menggoda dan menggelora kedalam sukmanya
kini bukan hanya jiwa dan hati yang redup
tapi anginpun telah ikut mati dibawa badai
bersama mentari pagi
dibawah kaki bumi

yups... teruslah menulis anak muda...
BalasHapussalam kenal juga ^_^