Selasa, 24 Juni 2014

Pagi Juni

Didepan komputer, mendekap kucing dipangkuanku
Diiringi kagu dari kang iwan fals
Satu-satu... yah satu-satu...

Satu-satu apapun yang dimiliki akan hilang berganti
Satu-satu yang ada akan hilang dan pergi
Satu-satu yang terjadi akan terlupakan
Satu-satu yang ada akan musnah

Semuanya akan silih berganti
Semuanya akan berubah
Semuanya akan terjadi apa yang harus terjadi
Semuanya tak akan mungkin kembali apa yang telah terlewati

Daun daun yang berguguran
Yah,, satu-satu akan berguguran
Pagi juni, dan selamat pagi untuk bulan-bulan yang akan datang
Aku akan terus mengayunkan langkah
Totalitas dalam mengayunkan langkah
Totalitas sebelum menyesal karena semuanya akan terjadi
Dan tak akan pergi kembali

Kamis, 12 Juni 2014

Angin Hujan Malam

Senja mulai menutupin awan
Langit menjadi kemerahan
Lambat laun menjadi hitam

Hilang malam ku ini
Diabanjiri air dan Angin malam
Bintang dan bulan telah bertepi

Kini hanya kesunyian dibalaik angin
Dan iringan tetesan air hujan yang menemani
Aku disini mulai dingin dalam sunyi

Tak mau aku menghujat malam
Karena hitam diciptakan memang untuk malam
Tak mau aku menghujat hujan
Karena air memang harus diturunkan

Bukan berarti air dan gelapnya malam adalah rintihan
Ini adalah sebuah penciptaan alam yang sudah sempurna
Silih berganti dalam kehidupan

Biarkan saja gelap, hujan dan angin malam
Terus merasuk dan menerpa
Namun tetaplah yakin, bahwa hari esok
Mentari pagi mentari akan bersinar menyambut senyumanmu

Senin, 09 Juni 2014

Maaf dan Sabar Tanpa Batas

Mungkin kalian pernah merasakan perihnya patah hati
Tapi mungkin kalian tak pernah merasakan perihnya lubang di hati

Mungkin kalian pernah merasakan sakit hati
Tapi mungkin kalian tak pernah merasakan matinya hati

satu-satu luka yang tergores belum mengering
namun, sudah disiram air keras

satu-satu maaf yang baru terucap
namun, tetap tak mengerti arti maaf

Dimanakah kau letakkan hatimu ?
benarkah jauh diufuk otakmu ?

Tak tahukah engkau jika nafasmu kini
Tak berarti esok tak akan terhenti

Tak sadarkah engkau jika harimu kini
Tak berarti esok kan melihat mentari lagi

Teruslah terus kau ukirkan dan kau goreskan
Hingga terkikis dan semakin meruncingkan hati

Teruslah terus kau hujamkan dan kau hancurkan
Hingga maaf dan sabar terkikis menjadi debu

Namun satu hal yang ku tanam kan dalam jiwaku
Meski hancur menjadi debu
Meski luka semakin meradang
Meski hati semakin membatu

Aku terlalu malas untuk menyalahkan dan membenci orang lain
Memberikan maaf dan sabar tanpa batas

Akan kudobrak semua dinding-dinding pembatas
Meski darah melumuri seluruh jiwa dan raga
Karena aku punya tekad dan keyakinan
Jika maaf dan sabar tanpa batas

Sabtu, 07 Juni 2014

Dua Hal Yang Tak Mungkin



Membenci dan mencinta memang berbeda
Namun keduanya terkadang sama
Dapat menjadi Api yang membara
Dan terkadang menjadi Air yang menyejukkan

Keduanya mempengaruhi isi syaraf otak dan mimpimu
Memenuhi hati dan harapanmu
Keduanya tak dapat terpisahkan
Namun keduanya tak dapat disatukan

Dan aku disini berdiri dalam kedua hal itu
Dua hal yang tak mungkin dapat disatukan
Dua hal yang tak dapat dipertemukan

Namun keduanya tumbuh dan berkembang
Didalam satu jiwa yang tak semestinya kukenal
Aku membencinya dan aku mencintainya

Dan aku hanya berharap
Dapat menjauh dan melupakannya
Tentang hari ini “Dua Hal yang Tak Mungkin” --- untuk aku jalani

menanti hujan reda

sisa gerimis masih lekat didahan debu di dedaunan sudah sirna dirampas tetesan air hujan langit kelabu pun bernyiur menjadi biru b...